RSS

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Configure your calendar archive widget - Edit archive widget - Flat List - Newest first - Choose any Month/Year Format

sesadar penyelam


Seorang pelancong bersiap menyelam di taman laut bunaken . dia telah mencawiskan segala keperluannya mulai dari pakaian selam , tabung oksigen , sepatu katak , kacamata sampai lampudahi . dan dia memilih yang terbaik untuk semua perengkapannya .
Lalu byuur ! dia masuk kedalam air dengan punggung terlebih dahulu . beberapa saat dia mencapai kedalaman 10 meter dan melihat ikan tertebar dalm bentuk , warna , rerupa  , ukuran dan jenis yang tak sanggup di hinggakan . alangkah agungnya Sang Pncipta “subhanallah”, gumamnya seiring syukurnya hati . hingga akhirnya ia terkejut bahwa di depannya sana terlihat sesosok tubuh dengan hanya memakai celana kolor berkaos oblong berenang riang . “HEBAT!”, gumamnya . menyelam tanpa alat .
Setelah beberapa saat setelah menjelajah , turunlah penyelam tersbut ke kedalaman 20 meter . mulai terlihat remang-remang . lampu dahi mulai menyorot dan segrombolan ikan mulai menyebar ketika ia mendekat . tapi kemudian menyatu lagi sembari menghindar darinya . warna-warni satwa dan herba mulai berbeda disini . tak seceria di atas , namun agung dan wibawa . “Allahu Akbar”, katanya . betapa Allah menunjukkan keagungannya tiap lapis lautan . termasuk si celana kolor dan kaos oblong yang melambai-lambaikan tangan kepdanya . dan si penyelam pun memberikan acungan jempol kepadanya . “luar biasa , kedalaman 20 meter dan ia sanggup balik ambil udara ke permukaan”, katanya sambil terkagm-kagum .
Sekarang saatnya 30 meter ! rasa kagumnya kepada Pencipta pun tambah syahdu . dan juga kepada si celana kolor dan kaos oblong itu yang kini tegak dihadapannya di kedalaman 30 meter ! tak sanggup ia menahan rasa kagumnya yang membuncah , ia akhirnya memberanikan diri untuk bertanya, “pak , bapak hebat sekali ya ! luar biasa ! untuk sampai di kedalaman ini saya harus pakai alat macam-macam yang sewanya mahal , juga tabung oksigen yang berat banget ! bapak kok bisa sih sampai sini tanpa alat ? bagi saya , bapak adalah penyelam terhebat di dunia !” teriaknya di telinga sang bapak .

Dan sang bapak dengan penuh tenaga meneriakkan di telinga penyelam itu . tapi yang terdengar hanya suara lirih seperti sisa-sisa “gue tenggelam , gilaaa !”



Mungkin kita tertawa membacanya . atau mungkin hanya tersenyum .
Tapi bukankah kita hidup di dunia ini sering seperti si penyelam ?
sudakah kita jalani hidup kita sepenuhnya sadar ?
hanya diri yang bisa menjawab :)

mengapa manusia dapat beriman , bersyukur , beribadah dan bersabar ?
salah satu jawaban termudah , ya karena dia SADAR .
sadar akan lautan nikmat yang telah Allah berikan .
sadar akan nyawa yang telah ditiupkan ke raga kita .
sadar akan kita hidup di dunia hanya mampir sejenak .
dan sadar akan senmua itu karena Allah .

tetapi bukankah kita sering lalai akan semua itu ?
misalnya saja ketika kita sholat berjamaah dan ikut takbiratul ihram dengan imam dan kita tiba-tiba sadar “lhoh sudah salam to ?”
jasad kita teronggok berjengkang-jengking tapi entah hati ada dimana .
yang paling parah adalah ketika kita tidak sadar bahwa hidup ini pendek .
dan ketika malaikat maut datang ,
agaknya kesadaran itu baru datang  “kok jatah umur saya sudah habis ?”

dan begitulah manusia yang sering dilalaikan syaithon .
karna itulah tugas syaithon : melalaikan manusia dari jalan yang lurus .
dan sejatinya syaithon sedang mencari pengikut sebanyak-banyaknya .

lalu apa yang harus kita lakukan ?
sederhana saja SADARLAH ! oke ?
termasuk sadarilah bahwa Anda telah selesai membaca =D




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

persinggahan Allah di dunia


Bani Israel telah berbuat kelewatan . setidaknya itulah yang dirasakan Nabi Musa . mereka meminta Musa , dengan nada congkak dan penuh olok-olok ,  untuk menyampaikan pesan kepada Allah bahwa mereka mengudang Allah untuk makan malam . Nabi Musa marah-marah . kemudian dengan muka merah , beliau begegas berjalan menuju Gunung Sinai untuk mengadukan kekurang ajaran mereka kepada Tuhan .
“wahai Musa , bukankah kau bisa bicara dengan Tuhanmu ? sampaikan kepada-Nya , kami ingin mengundang-Nya makan malam”, kata-kata itulah yang terus terngiang-ngiang di benak Musa selama di perjalanan .
Setelah sesampainya di Gunung Sinai , Allah bertanya “mengapa tidak engkau sampaikan undangan makan malam dari hamba-Ku ?”  Musa terkejut mendengar pertanyaan tersebut .
“tapi Tuhanku , Engkau tidak makan . Engkau pasti tidak akan menerima undangan tolol seperti itu”, jawab Musa dengan sangat yakin .
“simpan pengetahuanmu antara kau dan Aku . katakan pada mereka Aku akan datang memenuhi undangan itu”
Dengan di selimuti rasa tak mengerti , Musa turun menuju tempatnya semula . begitu sampai , ia langsung meyampaikan bahwa Tuhan menerima undangan mereka dan akan makan malam bersama Bani Israel . segera saja , seluruh penduduk –termasuk Musa- menyiapkan jamuan yang amat mewah , karena ini merupakan sesuatu yang sangat istimewa .
Tak lama kemudian ketika mereka sedang sibuk memasak hidangan terlezat dan mempersiapkan segalanya , muncullah seorang kakek tua asing . kakek tersebut miskin dan sedang kelaparan . kemudian ia meminta sesuatu untuk bisa dimakan .
“tidak tidak ! kami sedang mempersiapkan segalanya untuk makan malam bersama Tuhan .” jawab seorang koki denagn serius .
“mengapa tidak kau ikut membantu saja ? lebih baik kau mengambil air di sumur sana !” lanjut sang koki , meminta si kakek untuk membantu menyiapkan perjamuan .
Setelah beberapa saat , akhirnya mereka menyelesaiakan segalanya dan tinggal menunggu kedatangan Tuhan . waktu terus berlalu . dan ternyata Tuhan tidak datang . Musa sangat malu dengan kejadian itu dan tidak tau apa yang harus ia katakan kepada mereka .
Akhirnya . pada keesokan harinya Musa menuju Gunung Sinai kembali untuk berkata kepada Tuhan .
“Tuhan , apa yang kau lakukan kepadaku ? aku telah berusaha meyakinkan setiap orang bahwa Engkau ada . Kau berkata akan datang ke jamuan kami . tapi mengapa kau ternyata tak muncul ? sekarang tidak ada yang akan mempercayaiku lagi ,” protes Musa .
“Aku datang . jika saja kau memberi makan kepada hamba-Ku yang miskin , kau telah memberi makan kepada-Ku,” jawab Tuhan
Jawaban itu membuat Musa teringat akan kakek tua yang datanag memintamakan . Musa menyesal karena kakek tua itu tidak mendapatkan apa yang sungguh-sungguh ia minta .
“Aku , tidak akan dapat di masukkan ke seluruh semesta . bisa di masukkan ke dalam hati hamba-Ku yang beriman,” jawab Allah .
Jawaban itulah yang membuat Musa menyesal tiada terbilang .



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mama Bunda Umi



Melihat paras nan teduh
Suara sejuknya
Tegarkan diriku
Betapa suka jiwa nanda
Ceria hatiku bersamanya
Mencium aroma lezat
Terbayang masakan tercipta nikmat
Betapa suka jiwa nanda
Ceria hatiku brsamanya
Bersama seorang wanita
Yang telah melahirkan nanda
Bersama seorang mama bunda umi apapun namanya
Bersyukur kepada Allah
Bibir ini mengucap hamdalah
Cintanya, kasihnya, semuanya
Dia beri dengan tulus
Walaupun terkadang umi alpa
Kadang dia juga suka marah-marah
Tapi umi tetap yang terbaik bagi nanda
Selamany
: ANN JATENG :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ratapan untuk sang ayah


sore itu Hasan al Bashri sedang duduk santai di teras rumahnya . beberapa saat kemudian lewat jenazah dengan iring-iringan pelayat di belakangnya . di dalam rombongan tersebut terdapat seorang gadis kecil yang sedang terisak-isak . dan ternyata yang berada dalam keranda tersebut adalah ayahnya .
Keesokan harinya seusai shalat subuh,  gadis tersebut melintas kembali di depan rumah Hasan Al Bashri menuju arah makam ayahnya . karena rasa penasaran yang membuncah , ia pun mengikuti gadis kecil tersebut . setelah sampai, ia bersembunyi di balik pohon dan mengamati gerak-gerik si gadis secara diam-diam . gadis kecil itu berjongkok di samping gundukan tanah dan kemudian menempelkan pipi di atasnya  . setelah itu terdengarlah suara ratapan gadis kecil tersebut oleh al Bashri .
“ayah bagaimana keadaanmu tinggal sendirian dalam kubur yang gelap gulita tanpa pelita dan tanpa pelipur ?”
Al-Bashri pun terus menyimaknya .
“yah , kemaren malam kunyalakan lampu untukmu . semalam siapa yang menyalakannya untukmu ?
Kemaren masih kubentangkan tikar . kini siapa yang melakukannya ?
kemaren malam aku masih memijat kaki dan tanganmu . siapa yang memijatmu semalam, yah ?
kemaren aku yang memberimu minum , siapa yang memberimu minum tadi malam ?
kemaren malam aku membalikkan badanmu dari sisi yang satu ke sisi yang lain agar engkau merasa nyaman . siapa yang melakukannya semalam , ayah ?
kemaren malam aku memasakkan aneka makanan untukmu ayah . tadi malam siapa yang memasakkan makananmu ?”
mendengar rintihan gadis kecil itu , Hasan Al Bashri tak dapat menahan tangisnya . keluarlah ia dari tempat persembunyian , lalu menyambut kata-kata gadis tersebut .
“ hai gadis kecil , jangan berkata seperti itu .  tapi katakanlah :
‘ayah , kuhadapkan engkau ke arah kiblat . apakah kau masih seperti itu ataukah telah berubah ?
kami kafani engkau dengan kafan terbaik . masih utuhkah kafan tersebut ataukah telah tercabik-cabik ?
kuletakkan engkau dalam kubur dengan badan utuh , apakah masih demikian atau cacing tanah telah menyantapmu ? ‘”
gadis tersebut terkejut . Al-Bashri terus saja melanjutkan kata-katanya
“ ‘ulama mengatakn bahwa orang yang mati akan ditanyakan imannya oleh malaikat . ada yang menjawab ada juga yang tidak . bagaimana denganmu ayah ? apakah engkau dapat mempertanggung jawabkan imanmu ataukah engkau tak berdaya ?
Ulama berkata , kubur sebagai taman surga atau jurang menuju neraka . kubur kadang membelai orang mati seperti kasih ibu . dan terkadang menghimpit tulang belulang hingga berserakan . apakah engkau dibelai atau dimarahi dan dihimpit ayah ?
Kata ulama juga , orang yang dikebumikan menyesal mengapa tidak memperbanyak amal baik . apakah engkau juga menyesal karena sedikitnya amal baikmu ?
Ayah . engkau sudah tiada dan aku tidak bisa menemuimu hingga Hari Kiamat nanti . Allah jangn Kau rintangi pertemuanku dengan ayahku di akhirat nanti . di daam surga firdausmu .’ “
Sang gadis menatap Al-Bashri seraya berkata ,
“betapa indah ratapanmu pada ayahku . betapa baik bimbingan yang telah kuterima . dan engkau telah ingatkan aku dari lelap lalai .”



“ALLAH JANGAN KAU RINTANGI PERTEMUANKU DENGAN AYAHKU DI AKHIRAT NANTI .
DI DALAM SURGA FIRDAUSMU .”
:)


  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS