RSS

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Configure your calendar archive widget - Edit archive widget - Flat List - Newest first - Choose any Month/Year Format

ratapan untuk sang ayah


sore itu Hasan al Bashri sedang duduk santai di teras rumahnya . beberapa saat kemudian lewat jenazah dengan iring-iringan pelayat di belakangnya . di dalam rombongan tersebut terdapat seorang gadis kecil yang sedang terisak-isak . dan ternyata yang berada dalam keranda tersebut adalah ayahnya .
Keesokan harinya seusai shalat subuh,  gadis tersebut melintas kembali di depan rumah Hasan Al Bashri menuju arah makam ayahnya . karena rasa penasaran yang membuncah , ia pun mengikuti gadis kecil tersebut . setelah sampai, ia bersembunyi di balik pohon dan mengamati gerak-gerik si gadis secara diam-diam . gadis kecil itu berjongkok di samping gundukan tanah dan kemudian menempelkan pipi di atasnya  . setelah itu terdengarlah suara ratapan gadis kecil tersebut oleh al Bashri .
“ayah bagaimana keadaanmu tinggal sendirian dalam kubur yang gelap gulita tanpa pelita dan tanpa pelipur ?”
Al-Bashri pun terus menyimaknya .
“yah , kemaren malam kunyalakan lampu untukmu . semalam siapa yang menyalakannya untukmu ?
Kemaren masih kubentangkan tikar . kini siapa yang melakukannya ?
kemaren malam aku masih memijat kaki dan tanganmu . siapa yang memijatmu semalam, yah ?
kemaren aku yang memberimu minum , siapa yang memberimu minum tadi malam ?
kemaren malam aku membalikkan badanmu dari sisi yang satu ke sisi yang lain agar engkau merasa nyaman . siapa yang melakukannya semalam , ayah ?
kemaren malam aku memasakkan aneka makanan untukmu ayah . tadi malam siapa yang memasakkan makananmu ?”
mendengar rintihan gadis kecil itu , Hasan Al Bashri tak dapat menahan tangisnya . keluarlah ia dari tempat persembunyian , lalu menyambut kata-kata gadis tersebut .
“ hai gadis kecil , jangan berkata seperti itu .  tapi katakanlah :
‘ayah , kuhadapkan engkau ke arah kiblat . apakah kau masih seperti itu ataukah telah berubah ?
kami kafani engkau dengan kafan terbaik . masih utuhkah kafan tersebut ataukah telah tercabik-cabik ?
kuletakkan engkau dalam kubur dengan badan utuh , apakah masih demikian atau cacing tanah telah menyantapmu ? ‘”
gadis tersebut terkejut . Al-Bashri terus saja melanjutkan kata-katanya
“ ‘ulama mengatakn bahwa orang yang mati akan ditanyakan imannya oleh malaikat . ada yang menjawab ada juga yang tidak . bagaimana denganmu ayah ? apakah engkau dapat mempertanggung jawabkan imanmu ataukah engkau tak berdaya ?
Ulama berkata , kubur sebagai taman surga atau jurang menuju neraka . kubur kadang membelai orang mati seperti kasih ibu . dan terkadang menghimpit tulang belulang hingga berserakan . apakah engkau dibelai atau dimarahi dan dihimpit ayah ?
Kata ulama juga , orang yang dikebumikan menyesal mengapa tidak memperbanyak amal baik . apakah engkau juga menyesal karena sedikitnya amal baikmu ?
Ayah . engkau sudah tiada dan aku tidak bisa menemuimu hingga Hari Kiamat nanti . Allah jangn Kau rintangi pertemuanku dengan ayahku di akhirat nanti . di daam surga firdausmu .’ “
Sang gadis menatap Al-Bashri seraya berkata ,
“betapa indah ratapanmu pada ayahku . betapa baik bimbingan yang telah kuterima . dan engkau telah ingatkan aku dari lelap lalai .”



“ALLAH JANGAN KAU RINTANGI PERTEMUANKU DENGAN AYAHKU DI AKHIRAT NANTI .
DI DALAM SURGA FIRDAUSMU .”
:)


  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar