RSS

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Configure your calendar archive widget - Edit archive widget - Flat List - Newest first - Choose any Month/Year Format

persinggahan Allah di dunia


Bani Israel telah berbuat kelewatan . setidaknya itulah yang dirasakan Nabi Musa . mereka meminta Musa , dengan nada congkak dan penuh olok-olok ,  untuk menyampaikan pesan kepada Allah bahwa mereka mengudang Allah untuk makan malam . Nabi Musa marah-marah . kemudian dengan muka merah , beliau begegas berjalan menuju Gunung Sinai untuk mengadukan kekurang ajaran mereka kepada Tuhan .
“wahai Musa , bukankah kau bisa bicara dengan Tuhanmu ? sampaikan kepada-Nya , kami ingin mengundang-Nya makan malam”, kata-kata itulah yang terus terngiang-ngiang di benak Musa selama di perjalanan .
Setelah sesampainya di Gunung Sinai , Allah bertanya “mengapa tidak engkau sampaikan undangan makan malam dari hamba-Ku ?”  Musa terkejut mendengar pertanyaan tersebut .
“tapi Tuhanku , Engkau tidak makan . Engkau pasti tidak akan menerima undangan tolol seperti itu”, jawab Musa dengan sangat yakin .
“simpan pengetahuanmu antara kau dan Aku . katakan pada mereka Aku akan datang memenuhi undangan itu”
Dengan di selimuti rasa tak mengerti , Musa turun menuju tempatnya semula . begitu sampai , ia langsung meyampaikan bahwa Tuhan menerima undangan mereka dan akan makan malam bersama Bani Israel . segera saja , seluruh penduduk –termasuk Musa- menyiapkan jamuan yang amat mewah , karena ini merupakan sesuatu yang sangat istimewa .
Tak lama kemudian ketika mereka sedang sibuk memasak hidangan terlezat dan mempersiapkan segalanya , muncullah seorang kakek tua asing . kakek tersebut miskin dan sedang kelaparan . kemudian ia meminta sesuatu untuk bisa dimakan .
“tidak tidak ! kami sedang mempersiapkan segalanya untuk makan malam bersama Tuhan .” jawab seorang koki denagn serius .
“mengapa tidak kau ikut membantu saja ? lebih baik kau mengambil air di sumur sana !” lanjut sang koki , meminta si kakek untuk membantu menyiapkan perjamuan .
Setelah beberapa saat , akhirnya mereka menyelesaiakan segalanya dan tinggal menunggu kedatangan Tuhan . waktu terus berlalu . dan ternyata Tuhan tidak datang . Musa sangat malu dengan kejadian itu dan tidak tau apa yang harus ia katakan kepada mereka .
Akhirnya . pada keesokan harinya Musa menuju Gunung Sinai kembali untuk berkata kepada Tuhan .
“Tuhan , apa yang kau lakukan kepadaku ? aku telah berusaha meyakinkan setiap orang bahwa Engkau ada . Kau berkata akan datang ke jamuan kami . tapi mengapa kau ternyata tak muncul ? sekarang tidak ada yang akan mempercayaiku lagi ,” protes Musa .
“Aku datang . jika saja kau memberi makan kepada hamba-Ku yang miskin , kau telah memberi makan kepada-Ku,” jawab Tuhan
Jawaban itu membuat Musa teringat akan kakek tua yang datanag memintamakan . Musa menyesal karena kakek tua itu tidak mendapatkan apa yang sungguh-sungguh ia minta .
“Aku , tidak akan dapat di masukkan ke seluruh semesta . bisa di masukkan ke dalam hati hamba-Ku yang beriman,” jawab Allah .
Jawaban itulah yang membuat Musa menyesal tiada terbilang .



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Louis mengatakan...

Nice post

Posting Komentar